SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim — Kinerja positif mendorong PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Muara Enim mematok target laba yang lebih tinggi pada tahun 2026. Bank milik pemerintah daerah tersebut menargetkan laba bersih mencapai Rp5.062.085.239, meningkat sekitar 14,37 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari strategi memperluas layanan keuangan masyarakat, BPR Muara Enim juga resmi **meluncurkan layanan mobil kas keliling yang akan menjangkau wilayah pedesaan di Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Catat Pertumbuhan Positif Sepanjang 2024
Direktur Utama BPR Muara Enim Zaman Hury mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan serta mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat yang berada jauh dari kantor cabang.
“Kami ingin memastikan masyarakat di desa tetap mendapatkan akses layanan perbankan dengan mudah. Melalui mobil kas keliling ini, berbagai transaksi perbankan dapat dilakukan langsung di lokasi,” ujar Zaman Hury usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Ballroom Hotel Griya Serasan Sekundang, Kamis (14/3/2026).
RUPS tersebut dihadiri oleh Bupati Muara Enim H. Edison, Wakil Bupati Hj. Sumarni, serta jajaran direksi dan komisaris BPR Muara Enim.
Baca Juga:
Perombakan Direksi PT Timah, Politisi PDIP Terdepak dari Jabatan Komisaris
Dalam paparannya, Zaman Hury menyampaikan bahwa sepanjang tahun buku 2025, kinerja perseroan menunjukkan pertumbuhan yang solid dan tetap berada dalam kondisi sehat.
Salah satu indikatornya terlihat dari konsistensi perusahaan dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen. Dalam delapan tahun terakhir, sejak masih bernama PT BPR Gerbang Serasan, perusahaan terus memperoleh opini tersebut.
“Sejak 2017 hingga 2025 kami secara berturut-turut mendapatkan opini WTP dari Kantor Akuntan Publik Tjahjo Machdjud Modopuro & Rekan,” kata Zaman Hury.
Secara kinerja keuangan, BPR Muara Enim juga mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga Desember 2025, total aset bank mencapai Rp137,92 miliar, meningkat 31,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 32,15 persen menjadi Rp121,77 miliar, seiring meningkatnya permintaan pembiayaan dari sektor usaha mikro dan masyarakat.
Pertumbuhan juga terjadi pada dana pihak ketiga, yang terdiri dari tabungan dan deposito. Nilainya meningkat 37,86 persen menjadi Rp46,33 miliar.
Dari sisi profitabilitas, BPR Muara Enim membukukan laba bersih sebesar Rp4,43 miliar pada 2025. Capaian tersebut turut berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,43 miliar.
Selain pertumbuhan kinerja keuangan, perseroan juga memperluas jaringan layanan dengan membuka kantor cabang baru di Kota Prabumulih pada tahun lalu.
Di tingkat nasional, kinerja perusahaan juga mendapatkan pengakuan. Pada tahun ini, BPR Muara Enim kembali meraih penghargaan TOP BUMD Awards dengan predikat Bintang 4, yang merupakan penghargaan kelima yang diterima secara berturut-turut.
Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah dan sejumlah perguruan tinggi nasional, serta digelar di Jakarta pada April 2026.
Ke depan, Zaman Hury menegaskan mobil kas keliling akan menjadi salah satu ujung tombak peningkatan layanan kepada masyarakat.
Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembukaan rekening tabungan, setoran tunai, penarikan dana, pembayaran angsuran kredit, hingga informasi produk perbankan.
“Layanan ini dirancang agar masyarakat di desa-desa dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muara Enim Edison mengapresiasi kinerja BPR Muara Enim yang dinilai mampu menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.
Menurut Edison, berbagai indikator kinerja bank tersebut bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Kita melihat hampir seluruh indikator kinerja berada di atas 100 persen, baik di kantor pusat Muara Enim maupun di cabang Prabumulih,” katanya.
Pemkab Muara Enim, lanjut Edison, juga memberikan dukungan terhadap penguatan modal BPR. Pada tahun ini pemerintah daerah mengalokasikan tambahan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekspansi bisnis BPR Muara Enim, termasuk membuka peluang pengembangan jaringan layanan di daerah lain.
“Jika kondisi ekonomi masyarakat terus membaik, tidak menutup kemungkinan ke depan akan dibuka cabang baru. Namun tentu akan kita kaji lebih lanjut dan dituangkan dalam kebijakan daerah,” ujarnya.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)