SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Kabar rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Kabupaten Muara Enim mendapat sambutan positif dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Muara Enim.
Sekretaris DPD Pujakesuma Kabupaten Muara Enim, Sigit Eko Raharjo, mengatakan pihaknya siap menyambut kedatangan Joko Widodo ke Bumi Serasan Sekundang. Namun, hingga kini dirinya mengaku belum memperoleh informasi resmi terkait kepastian hari dan tanggal kunjungan tersebut.
Baca Juga:
Buka Puasa Bersama di Palembang, Pujakesuma Perkuat Soliditas dan Targetkan Ekspansi ke 33 Provinsi
Informasi yang diterimanya, Joko Widodo disebut bakal hadir dalam agenda Festival Kopi di Kabupaten Muara Enim. Selain itu, terdapat pula agenda politik berupa rencana menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Muara Enim yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
"Kami mendapat informasi Pak Joko Widodo akan berkunjung ke Muara Enim. Namun, untuk kepastian hari dan tanggalnya kami belum mendapatkan informasi resmi," kata Sigit, Minggu (23/8/2026).
Menurut Sigit, kunjungan Joko Widodo ke Muara Enim bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran mantan Presiden RI tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk membangun komunikasi terkait berbagai potensi daerah yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Baca Juga:
Pujakesuma Bangkit di Muara Enim, Sartono Siap Sinergi Bersama Pemkab Muara Enim Mewujudkan Visi Misi MEMBARA
Salah satu potensi yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah sektor perkebunan kopi. Kawasan Semendo selama ini dikenal memiliki komoditas kopi yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Muara Enim.
"Di Semendo kita memiliki kopi yang menjadi kebanggaan daerah. Potensinya sangat besar dan bukan tidak mungkin terus didorong hingga mampu menembus pasar internasional," ujarnya.
Selain kopi, Sigit menilai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu menjadi perhatian. Menurutnya, banyak pelaku UMKM di Muara Enim memiliki produk potensial, tetapi masih membutuhkan penguatan dari sisi pembinaan, pemasaran, permodalan, hingga perluasan akses pasar.