Untuk memperkuat akses permodalan, PAMA juga menginisiasi Koperasi Rasan Kite Mandiri yang dikelola oleh pelaku UMKM binaan. Koperasi ini diarahkan menjadi instrumen pembiayaan inklusif sekaligus pusat pendampingan usaha.
Direktur PAMA Abdul Nasir Maksum menekankan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi exit plan perusahaan dalam menciptakan warisan ekonomi berkelanjutan di wilayah tambang.
Baca Juga:
Safari Ramadan PAMA Santuni 1.060 Anak Yatim di Muara Enim dan Lahat
“PAMA tidak akan selamanya beroperasi di Muara Enim. Karena itu, kami menyiapkan fondasi ekonomi yang dapat dilanjutkan masyarakat secara mandiri,” kata Abdul Nasir.
Menurutnya, penguatan UMKM dan koperasi menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan tambang, seiring dengan tuntutan praktik pertambangan berkelanjutan.
Sementara itu, Vice President Sustainability PT Bukit Asam Dedy Saptaria Rosa menyatakan kesiapan perusahaan untuk memperkuat sinergi lintas pelaku industri tambang dalam pengembangan UMKM.
Baca Juga:
PAMA Cluster SSBA Gelar Penanaman Pohon sebagai Sarana Edukasi K3 di Lingkungan Sekolah
“Kolaborasi antar perusahaan menjadi kunci agar program pemberdayaan ini berkelanjutan dan berdampak luas,” ujarnya.
Wakil Bupati Muara Enim Hj Sumarni mengapresiasi kontribusi sektor swasta dalam mendukung transformasi ekonomi daerah, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan penyerapan tenaga kerja.
Ia menilai, penguatan hilirisasi produk dan akses pasar menjadi tantangan berikutnya agar UMKM lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.