SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster SSBA mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi transisi pascatambang melalui peresmian Galeri UMKM dan peluncuran Koperasi Rasan Kite Mandiri di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (12/5/2026).
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Muara Enim Hj Sumarni dan dihadiri Direktur PAMA Abdul Nasir Maksum, PM BTSJ Victorius Setyawan C.A, PM MTBU Herdiyanto Yuniawan, Direktur PT Triputra IGA Konsultama Muhammad Iqbal, serta Vice President Sustainability PT Bukit Asam Dedy Saptaria Rosa, bersama jajaran pemerintah daerah dan pelaku UMKM binaan.
Baca Juga:
Safari Ramadan PAMA Santuni 1.060 Anak Yatim di Muara Enim dan Lahat
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan keberlanjutan sektor tambang dalam menghadapi keterbatasan umur cadangan batubara, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi alternatif di wilayah operasional.
Direktur PT Triputra IGA Konsultama Muhammad Iqbal menegaskan, sektor pertambangan batubara memiliki siklus terbatas sehingga diperlukan strategi diversifikasi ekonomi sejak dini.
“Tambang batubara tidak bersifat berkelanjutan. Tantangannya adalah bagaimana menjaga ekonomi daerah tetap tumbuh ketika aktivitas tambang berakhir,” ujarnya.
Baca Juga:
PAMA Cluster SSBA Gelar Penanaman Pohon sebagai Sarana Edukasi K3 di Lingkungan Sekolah
Sebagai bentuk mitigasi risiko ekonomi pascatambang, PAMA mengembangkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui pembentukan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Kite Gale. Lembaga ini berperan dalam inkubasi dan akselerasi UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, penguatan manajerial, pengelolaan keuangan, hingga fasilitasi akses pembiayaan.
Saat ini, sebanyak 131 UMKM telah dibina dengan cakupan sektor pertanian, peternakan, industri rumahan, kerajinan, dan usaha jasa. Program tersebut tercatat telah menyerap 170 tenaga kerja lokal, memperkuat kontribusi sektor non-tambang terhadap ekonomi daerah.
Galeri UMKM yang diresmikan difungsikan sebagai hub pemasaran produk binaan sekaligus etalase ekonomi lokal. Salah satu komoditas yang dinilai prospektif adalah budidaya jamur tiram yang memiliki permintaan stabil di pasar regional.
Untuk memperkuat akses permodalan, PAMA juga menginisiasi Koperasi Rasan Kite Mandiri yang dikelola oleh pelaku UMKM binaan. Koperasi ini diarahkan menjadi instrumen pembiayaan inklusif sekaligus pusat pendampingan usaha.
Direktur PAMA Abdul Nasir Maksum menekankan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi exit plan perusahaan dalam menciptakan warisan ekonomi berkelanjutan di wilayah tambang.
“PAMA tidak akan selamanya beroperasi di Muara Enim. Karena itu, kami menyiapkan fondasi ekonomi yang dapat dilanjutkan masyarakat secara mandiri,” kata Abdul Nasir.
Menurutnya, penguatan UMKM dan koperasi menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan tambang, seiring dengan tuntutan praktik pertambangan berkelanjutan.
Sementara itu, Vice President Sustainability PT Bukit Asam Dedy Saptaria Rosa menyatakan kesiapan perusahaan untuk memperkuat sinergi lintas pelaku industri tambang dalam pengembangan UMKM.
“Kolaborasi antar perusahaan menjadi kunci agar program pemberdayaan ini berkelanjutan dan berdampak luas,” ujarnya.
Wakil Bupati Muara Enim Hj Sumarni mengapresiasi kontribusi sektor swasta dalam mendukung transformasi ekonomi daerah, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan penyerapan tenaga kerja.
Ia menilai, penguatan hilirisasi produk dan akses pasar menjadi tantangan berikutnya agar UMKM lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Pemerintah daerah siap bersinergi untuk memperluas pembinaan, termasuk melalui kemitraan dengan perbankan dan koperasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PAMA juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku UMKM binaan yang dinilai berhasil mengembangkan usaha dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini mempertegas peran sektor pertambangan tidak hanya sebagai penggerak ekonomi ekstraktif, tetapi juga sebagai katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan di daerah berbasis sumber daya alam.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)