“Pelatihan budidaya maggot ini merupakan salah satu bentuk komitmen PAMA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui Program Kampung Iklim yang menjadi bagian dari Kampung Berdikari PAMA,” ujar Dhimas.
PAMA berharap masyarakat mampu mengelola limbah organik secara mandiri dan mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Baca Juga:
PAMA dan Muspika Lawang Kidul Bersihkan Sungai Kiahan, Wujud Nyata Peduli Lingkungan
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mengelola limbah organik secara mandiri sekaligus memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai ekonomi,” katanya.
Ketua Penggerak ProKlim Bukit Agung, Sutrisno, menyambut baik dukungan PAMA dan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) terhadap kegiatan tersebut.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan baru untuk mengelola limbah organik sekaligus mendukung kegiatan peternakan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga,” tutur Sutrisno.
Baca Juga:
PAMA Buka Akses Ritel Modern, 11 Produk UMKM Tembus Hypermart Lahat
Budidaya maggot juga membuka peluang penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Limbah organik rumah tangga yang sebelumnya menjadi sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan, sementara hasil budidayanya dapat digunakan untuk kebutuhan peternakan.
Pengembangan ProKlim Bukit Agung diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. PAMA mendorong agar pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan secara konsisten sehingga pengelolaan sampah dan potensi ekonomi dapat berjalan beriringan.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)