SUMSEL.WAHANANEWS.CO,Muara Enim - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Muara Enim, Iwan Kurniawan, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan khusus batubara sebagai langkah nyata menata sistem transportasi energi dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Menanggapi rencana Kabupaten Muara Enim akan bangun jalan khusus batubara, Iwan Kurniawan menyatakan, proyek strategis tersebut harus segera direalisasikan karena menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi logistik, mengurangi dampak sosial di jalan umum, serta membuka peluang besar bagi investasi lokal. KADIN juga mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diberi ruang lebih luas untuk mengambil peran aktif dalam rantai nilai proyek ini, mulai dari penyediaan material hingga pengelolaan dan pemeliharaan jalan khusus.
Baca Juga:
Peduli Korban Banjir, KADIN Muara Enim Salurkan Bantuan Lewat BAZNAS
Proyek jalan khusus ini terbagi menjadi dua segmen, yaitu segmen timur sepanjang 43,5 kilometen diwilayah Kabupaten Muara Enim, dan segmen barat sepanjang 36,27 kilometer wilayah Lahat. Kedua jalur ini menjadi satu kesatuan yang akan memindahkan seluruh aktivitas angkutan batubara dari jalan raya umum menuju jalur khusus, demi kenyamanan masyarakat, keselamatan pengguna jalan, serta kebersihan lingkungan.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Inisiatif besar ini lahir dari dorongan Bupati Muara Enim dengan dukungan Gubernur Sumatera Selatan, serta melibatkan perusahaan-perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP). Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri ini menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan efektif melalui kemitraan multipihak.
Tujuan utama proyek ini jelas, yakni mengalihkan angkutan batubara dari jalan umum yang selama ini sering menjadi keluhan masyarakat akibat polusi, kemacetan, dan kerusakan jalan. Dengan adanya jalur khusus, beban jalan nasional dan provinsi akan berkurang signifikan, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan umum. Pada saat yang sama, dampak sosial dan lingkungan dapat ditekan secara nyata.
Baca Juga:
Iwan Kurniawan: Rapimnas Lancar, Kini Saatnya Muara Enim Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Iwan dalam pandangannya, menegaskan bahwa pembangunan jalan khusus batubara ini tidak boleh tertunda lebih lama lagi.
“Kami di KADIN melihat proyek jalan khusus ini sebagai momentum penting untuk menata ulang sistem transportasi batubara dan memperkuat fondasi ekonomi daerah. Karena itu, kami mendorong pemerintah daerah agar mempercepat langkah-langkah percepatan pembangunan jalan khusus, baik dari sisi regulasi, koordinasi antarperusahaan tambang, maupun skema investasi yang melibatkan dunia usaha lokal,” ujar, Senin (3/11/2025).
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keberadaan jalan khusus ini bukan hanya soal efisiensi industri tambang, tetapi juga peluang besar bagi daerah untuk memperluas peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“BUMD harus hadir dan mengambil bagian dari peluang besar ini. Baik dalam penyediaan material, logistik, maupun jasa pemeliharaan jalan. Dengan keterlibatan BUMD, manfaat ekonomi proyek ini bisa lebih besar dirasakan oleh masyarakat Muara Enim,” tegasnya.
Peluang Investasi yang Menjanjikan
Dari sisi ekonomi, proyek jalan khusus batubara membuka spektrum peluang investasi yang luas. Pertama, di sektor jasa konstruksi, proyek sepanjang 80 km ini memerlukan perusahaan dengan kemampuan teknis tinggi untuk membangun jalan, jembatan, hingga sistem drainase. Sinergi antara kontraktor besar dan mitra lokal akan memperkuat kapasitas industri konstruksi di daerah.
Kedua, sektor penyedia material juga mendapat momentum. Permintaan terhadap semen, aspal, besi, dan agregat meningkat pesat selama masa pembangunan. Ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk ikut serta, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di tingkat provinsi atau nasional, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat Muara Enim.
Ketiga, setelah proyek rampung, muncul peluang investasi di bidang operasional dan pemeliharaan jalan khusus. Infrastruktur sebesar ini tentu memerlukan sistem pengelolaan profesional, termasuk pemeliharaan rutin, perbaikan berkala, serta manajemen lalu lintas angkutan batubara. Di sinilah BUMD dapat mengambil posisi strategis, baik sebagai operator langsung maupun mitra usaha swasta.
Selain itu, hadir pula peluang di sektor layanan pendukung, seperti transportasi logistik, perbengkelan, penginapan, hingga penyediaan bahan bakar. Aktivitas ekonomi baru akan tumbuh di sepanjang jalur jalan khusus, menciptakan lapangan kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)