Keberhasilan pengembangan DWA-071 ditopang data komprehensif yang didapat dari 3D Seismik IDAMAN. Survei seismik ini dilaksanakan pada Maret 2024 hingga Mei 2025 di Blok Ibul Tenggara, Candi, dan Manis. Salah satu tujuan akuisisi 3D Seismik IDAMAN adalah pengembangan lapangan secara infill dan ekstensif.
DWA-71 dibor selama 47 hari dan menunjukkan potensi produksi minyak 375,84 BOPD dan gas 0,196 MMSCFD pada uji alir awal 15 Juli 2026.
Baca Juga:
Jawab Polemik Overflight, Kemenhan: Tidak Termasuk MDCP RI-AS
Sumur Ketiga, BNG-081, juga berada di wilayah kerja PT Pertamina EP Adera Field. BNG-081 terletak di Struktur Benuang di Kabupaten PALI. Pengeboran sumur ini dilakukan selama 30 hari dan pada uji alir awal 20 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi minyak 264,4 BOPD dan gas 3,064 MMSCFD.
Pengembangan BNG-081 berhasil dilakukan berkat terobosan 3D Seismik Karbela. Survei tersebut dilakukan pada 8 Agustus 2014 hingga 25 September 2015 di Blok Ibul Tenggara, Candi, dan Manis dengan salah satu tujuan pengembangan lapangan secara infill dan ekstensif di area Benuang, Belimbing, Betung, dan Niru.
Pjs. General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyebutkan, dengan keberhasilan tiga sumur infill tersebut, Zona 4 tercatat telah menyelesaikan 40 sumur pengembangan hingga akhir Juli 2026.
Baca Juga:
Isu Pesawat Militer AS Masuk Bebas RI, Kemenhan Pastikan Belum Mengikat
“Pertamina EP Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung asta cita presiden untuk ketahanan energi dan terbukti kita senantiasa pantang menyerah mencari dan mengembangkan potensi melalui sumur infill drilling di area wilayah kerja,” terang Luthfi.
Hingga akhir tahun 2026, PHR Zona 4 ditargetkan untuk menuntaskan 83 sumur. Upaya ini untuk mencapai target produksi Zona 4 tahun ini, yaitu minyak 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD. “Mohon doa dan suppport seluruh lapisan masyarakat untuk hal ini agar pekerjaan berjalan safe dan berhasil,” tutupnya.
Tentang PHR Zona 4