SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - Dari lingkar tambang lahir harapan baru. PT Duta Bara Utama (DBU) membuktikan bahwa program CSR tak sekadar formalitas, melainkan motor penggerak ekonomi warga. Melalui dukungan budidaya ayam petelur dan pedaging bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera Desa Muara Harapan Kecamatan Muara Enim, perusahaan ini mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Program pemberdayaan tersebut telah berjalan sejak 17 September 2025 dan resmi dioperasionalkan pada 31 Desember 2025. Bantuan yang diberikan PT DBU berupa modal usaha dan sarana pendukung budidaya diharapkan mampu menjadi stimulus peningkatan pendapatan riil masyarakat di lingkar tambang.
Baca Juga:
PAMA Cluster SSBA Salurkan Santunan Anak Yatim Piatu di Desa Darmo
Ketua KWT Sejahtera, Ana, mengungkapkan bahwa bantuan dari PT DBU dimanfaatkan secara langsung untuk menunjang operasional peternakan ayam. Mulai dari pembangunan kandang, pembelian bibit dan pakan, hingga penyediaan sarana pendukung seperti sumur bor dan pemasangan listrik.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari PT DBU. Bantuan ini benar-benar kami gunakan sesuai kebutuhan, mulai dari membangun kandang, membeli bibit ayam, pakan, hingga membuat sumur bor agar operasional peternakan berjalan lancar,” ujar Ana.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bantuan pertama yang diterima KWT Sejahtera sejak kelompok ini berdiri. Ia berharap kemitraan dengan PT DBU dapat terus berlanjut sehingga usaha yang dirintis dapat berkembang lebih besar.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sambut Positif CSR PLN untuk Penguatan Sistem Persampahan Bumdes Barokah Mlirip, Malang
“Budidaya ayam ini memang tidak mudah, ada tantangannya. Namun setelah mendapatkan pendampingan dan penyuluhan dari Dinas Peternakan serta pelaku usaha yang lebih berpengalaman, kami semakin optimistis mengelola usaha ini,” tambahnya.
Ana mengakui, musim hujan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemeliharaan, terutama bagi bibit ayam yang rentan terhadap cuaca dingin. Meski demikian, kelompoknya tetap bertekad untuk terus berjuang mengembangkan usaha tersebut.
“Kendala pasti ada, apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Tapi kami tidak akan menyerah. Justru ini menjadi motivasi untuk terus maju agar budidaya ayam ini benar-benar bisa menjadi sumber penghasilan keluarga,” tegasnya.