SUMSEL.WAHANANEWS.CO,Muara Enim - Sebanyak 90 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya Kampus Lencah di Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, resmi diwisuda dalam Haflah Akhir Sanah dan Wisuda Angkatan IV Tahun Ajaran 2025–2026, Senin (15/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Sumarni, untuk mengingatkan pentingnya peran santri sebagai agen perubahan yang mampu membawa kemaslahatan bagi umat.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan melepas 90 santri yang terdiri atas 28 lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs), 22 lulusan Madrasah Aliyah (MA), dan 40 santri program Tahfidz. Para lulusan diharapkan mampu mengamalkan ilmu agama yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren dan berkontribusi bagi masyarakat.
Baca Juga:
FLSS Perkuat Kolaborasi Komunitas Literasi, Dorong Inovasi Audiobook di Muara Enim
Dalam sambutannya, Sumarni menegaskan santri memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, terutama di tengah tantangan perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang memengaruhi perilaku generasi muda.
"Santri harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat serta memperkuat keimanan dan ketakwaan umat," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, jajaran pengurus Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para wali santri.
Baca Juga:
JIAT Belum Berfungsi, 132 Hektare Sawah Muara Enim Terancam Gagal Tanam
Menurut Sumarni, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap pola kehidupan anak-anak dan remaja. Kondisi itu, kata dia, menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik dan santri untuk terus mengajak generasi muda mencintai Al-Qur'an serta memperkuat pendidikan agama.
Ia menilai kehadiran santri di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengajak generasi muda lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan. Peran tersebut dinilai penting agar penggunaan teknologi tidak menggeser kebiasaan positif seperti mengaji, belajar agama, dan melaksanakan ibadah.
"Generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar dari perkembangan teknologi. Karena itu, kami berharap para santri mampu menjadi teladan sekaligus mengajak anak-anak muda untuk lebih mencintai Al-Qur'an dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Plt Bupati juga mengajak para lulusan mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Muara Enim, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.
Pada kesempatan itu, Sumarni menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan keagamaan melalui penyediaan sarana dan prasarana.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program bantuan kendaraan operasional bagi pondok pesantren. Hingga pertengahan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah merealisasikan bantuan enam unit kendaraan roda empat untuk menunjang aktivitas pendidikan dan dakwah di sejumlah pesantren.
Ia berharap program tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak pondok pesantren yang memperoleh fasilitas operasional guna memperlancar kegiatan pendidikan, pembinaan santri, serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, dukungan terhadap pesantren merupakan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, sehingga mampu menjadi kekuatan dalam mewujudkan masyarakat Muara Enim yang berakhlak, maju, dan sejahtera.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)