SUMSEL.WAHANANEWS.CO,Muara Enim - Denyut Ramadan terasa lebih hidup di kawasan BTN Air Paku, Jalan Teratai, Kelurahan Tanjung Enim. Setiap sore, jelang beduk magrib, area di bawah Masjid Jami’ Al Hikmah berubah menjadi lautan manusia. Warga berbondong-bondong datang, berburu menu berbuka puasa di Bazar UMKM dadakan yang kian hari kian ramai.
Aroma gurih santapan tradisional menyeruak dari deretan tenda sederhana yang berdiri rapi. Lapak-lapak itu menjajakan beragam kuliner, mulai dari makanan khas Sumatera Selatan hingga sajian dari tanah Jawa. Gudeg khas Jogja lengkap dengan sambal krecek, lumpia rebung, gatot, hingga tiwul menjadi primadona. Tak ketinggalan burgo dan pempek yang sudah akrab di lidah wong kito.
Baca Juga:
Momen Senyum Sumringah Warga saat Dapat Takjil dari Kapolres Nias
Bagi pencinta kudapan ringan, risol dan aneka gorengan juga tersaji hangat. Sementara untuk pelepas dahaga, pengunjung dibuat penasaran dengan minuman tradisional Betawi, bir pletok, yang tampil mencolok di antara es buah dan aneka minuman segar lainnya.
Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Mayoritas menu dibanderol mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per porsi. Konsep “harga merakyat” inilah yang membuat bazar tersebut tak pernah sepi pengunjung sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka.
“Setiap hari selalu ramai. Bahkan sebelum jam tiga sore, warga sudah mulai berdatangan,” ujar Purwanto, salah satu pelaku UMKM yang ikut meramaikan bazar. Jumat (26/2/2026)
Baca Juga:
Wali Kota Gunungsitoli Bukber di Masjid Al-Furqan: Serahkan Hibah, Santuni 50 Anak Yatim dan Janda
Menurut dia, momentum Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil. Omzet penjualan meningkat dibanding hari biasa. Dalam satu sore, dagangannya bisa habis terjual.
“Alhamdulillah, sangat membantu ekonomi keluarga. Apalagi ini dikelola bersama, jadi suasananya juga lebih hidup,” tambahnya.
Bazar UMKM ini digagas dan dikelola oleh Ketua RW BTN Air Paku, Ibu Tari, dengan melibatkan warga sekitar. Konsepnya sederhana, namun berdampak besar. Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.