Covid-19, kata Sri Mulyani, memang menjadi ancaman nyata ekonomi global.
Maka dari itu, KTT G20 telah menyepakati mekanisme pencegahan pandemi.
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
"Kalau bicara persiapan hari ini dunia tidak siap menghadapi pandemi, dimana pandemi ini sudah menghabiskan US$ 12 triliun, 5 juta orang meninggal, dan lebih dari 259 juta orang terkena pandemi. Maka dunia harus menyiapkan diri lebih baik," katanya.
Persiapan itu, sambung dia, sangat bergantung pada protokol kesehatan antara negara.
Sri Mulyani menegaskan tata Kelola harus diatur supaya laju penularan tidak berlanjut.
Baca Juga:
Hadiri Rapat Paripurna DPRD Karo,Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar LKPH Tahun 2025
"Kita punya WHO tapi hanya bicara standard saja, tapi tata Kelola atau enforcement tidak ada," katanya.
Pendanaan juga menjadi hal penting, yang terdiri dari mekanisme antara negara untuk akses terhadap vaksin yang adil, terjangkau dan berkualitas, termasuk terapi, diagnostic dan alat pelindung.
Nantinya, dalam pembahasan pertemuan G20 ini, para pimpinan akan menyepakati join finance health task force antara Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan global.