SUMSEL.WAHSNANEWS.Co,MUARA ENIM – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, diperkuat melalui kolaborasi antara Polsek Lawang Kidul, pemerintah setempat, dan kalangan dunia usaha. Salah satu perusahaan yang terlibat aktif adalah PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS), yang mendukung pelaksanaan sosialisasi pencegahan karhutla sekaligus bakti sosial kepada masyarakat, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya potensi kemunculan titik panas (hotspot) pada musim kemarau. Selain jajaran kepolisian, kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perwakilan perusahaan, tokoh masyarakat, serta warga dari sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Lawang Kidul.
Baca Juga:
Prabowo Teken Perpres Nomor 3/2026, Selamatkan 3 Juta Lebih Anak Tidak Sekolah
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan api maupun membakar sampah secara sembarangan. Edukasi juga menekankan pentingnya pelaporan dini apabila ditemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sebagai bagian dari kegiatan, panitia juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada perwakilan masyarakat dari Desa Lingga, Desa Darmo, Desa Keban Agung, Kelurahan Tanjung Enim, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, dan Kelurahan Tanjung Enim Selatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan, aparat, dan masyarakat.
Kapolsek Lawang Kidul IPTU Chandra Kirana mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pendekatan preventif lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Baca Juga:
Wagub Lampung Tegaskan Penguatan Penanggulangan Tuberkulosis Demi Kesehatan Masyarakat Daerah
"Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat agar upaya pencegahan berjalan maksimal," ujarnya.
Ia menjelaskan, Polsek Lawang Kidul telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, memperkuat patroli di wilayah rawan, melakukan pemetaan hotspot bersama para pemangku kepentingan, mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (Poskamling), hingga memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam penyelesaian persoalan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, kepolisian juga mengembangkan pendekatan humanis melalui program "Tong Besi Cafe" (Tongkrongan Ba'da Polisi) sebagai ruang komunikasi antara aparat dan warga untuk membangun kesadaran bersama menjaga keamanan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bara Anugrah Sejahtera Pangihutan Siboro melalui Humas PT BAS, H. Akwam, menegaskan perusahaan berkomitmen mendukung berbagai langkah pencegahan karhutla di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, kolaborasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
"Kami mendukung penuh langkah-langkah preventif yang dilakukan Polsek Lawang Kidul. Sinergi ini diharapkan mampu menekan risiko karhutla sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan," kata Akwam.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan di Kabupaten Muara Enim.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)