SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Muara Enim mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Hingga pertengahan Juli 2026, pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) diklaim telah mencapai sekitar 80 persen dari total 256 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Sebelumnya, PSI Muara Enim telah menyelesaikan pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh 22 kecamatan. Kini, fokus partai diarahkan untuk merampungkan struktur organisasi di tingkat akar rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
Baca Juga:
PSI Muara Enim Matangkan Rakorda, Kepengurusan Hampir hingga Tingkat Desa
Ketua Harian DPD PSI Kabupaten Muara Enim, Aria Adhitama mengatakan, proses pembentukan DPRt ditargetkan selesai 100 persen sebelum akhir Juli 2026.
"Kami terus mematangkan pembentukan kepengurusan DPRt. Saat ini progresnya sudah sekitar 80 persen dan kami optimistis seluruh kepengurusan di 256 desa dan kelurahan dapat rampung hingga akhir Juli," ujar Aria, Jumat malam (10/7/2026).
Menurut Aria, pembentukan kepengurusan dilakukan dengan mengacu pada mekanisme yang telah ditetapkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.
Baca Juga:
Ketua DPD PSI Muara Enim Ajak Warga Bijak Sikapi Isu Politik
Salah satu persyaratan utama, kata dia, adalah setiap pengurus DPRt harus berdomisili di wilayah yang bersangkutan dan dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) desa atau kelurahan setempat.
"Seluruh proses kami jalankan sesuai arahan DPW dan DPP. Pengurus DPRt wajib berasal dari wilayahnya masing-masing sehingga benar-benar memahami kondisi masyarakat di lingkungan tersebut," katanya.
Aria mengakui, hingga kini proses pembentukan kepengurusan berjalan tanpa kendala berarti. Namun, PSI tetap menerapkan proses seleksi secara cermat agar pengurus yang terpilih memiliki komitmen membangun organisasi dan mampu menjalankan tugas kepartaian.
"Kendala yang berarti tidak ada. Hanya saja kami cukup selektif dalam menentukan pengurus karena kami ingin membangun organisasi yang kuat hingga tingkat desa," ujarnya.
Ia menegaskan, PSI merupakan partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui jalur politik.
"PSI terbuka bagi siapa saja, terutama anak-anak muda Kabupaten Muara Enim yang memiliki semangat membangun daerah. Partai politik merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi dalam pembangunan," kata Aria.
Menurutnya, respons masyarakat terhadap kehadiran PSI di Kabupaten Muara Enim cukup positif. Aria menilai meningkatnya penerimaan masyarakat tidak terlepas dari pengaruh figur Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang kini menjadi Pembina PSI.
"Figur Pak Joko Widodo memberikan pengaruh tersendiri terhadap antusiasme masyarakat. Efek Jokowi masih sangat terasa dan menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mengenal serta bergabung dengan PSI," ujarnya.
Selain menyelesaikan pembentukan struktur organisasi, DPD PSI Muara Enim juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Rakorda tersebut direncanakan menjadi ajang konsolidasi seluruh pengurus PSI di wilayah Muara Enim sekaligus memperkuat kesiapan organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Aria menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima dari pengurus partai di tingkat provinsi dan pusat, Rakorda direncanakan akan dihadiri Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Namun, jadwal tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari DPW PSI Sumatera Selatan dan DPP PSI.
"Jika tidak ada perubahan agenda, Bapak Joko Widodo direncanakan hadir dalam Rakorda PSI Muara Enim. Saat ini kami masih menunggu kepastian resmi dari DPW dan DPP," pungkasnya.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)