“Literasi memiliki makna yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan buku, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk edukasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kami terbuka untuk mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Robie.
Pelaksanaan Gedebook di lingkungan kafe menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat dikemas secara lebih fleksibel dan inklusif. Dalam suasana yang akrab, peserta tidak hanya mendiskusikan isi buku, tetapi juga membangun jejaring serta memperkuat budaya berbagi pengetahuan.
Baca Juga:
Arti Kehidupan Perempuan Dimata Laki-Laki Lani
Derry diketahui telah ditetapkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 98 tentang Penetapan Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026.
Sebagai Relima Lokus Kabupaten Muara Enim, ia memiliki tugas mendukung pengembangan budaya baca, memperkuat gerakan literasi masyarakat, serta mendorong kemajuan perpustakaan dan taman baca. Secara nasional, terdapat 360 relawan literasi yang ditugaskan pada tahun ini untuk memperluas akses literasi dan meningkatkan kegemaran membaca di berbagai daerah.
Sebelum melaksanakan program tersebut, Derry juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim, Shofyan Aripanca, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program yang bertujuan memperkuat budaya literasi di daerah.
Baca Juga:
Membangun Pendidikan Kontekstual di Kabupaten Lanny Jaya
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)