SUMSEL.WAHANANEWS.Co, Lahat – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster SSBA memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya dengan memfasilitasi pemasaran 11 produk unggulan ke jaringan ritel modern Hypermart Lahat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong UMKM lokal naik kelas sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di pasar modern.
Sebanyak 11 produk asal Muara Enim dan Lahat kini tengah menjalani proses administrasi dan verifikasi internal Hypermart sebelum resmi dipasarkan. Tahapan tersebut mencakup pengecekan standar kualitas produk, kelengkapan kemasan, hingga persyaratan administrasi yang berlaku di jaringan ritel modern.
Baca Juga:
PAMA SSBA Salurkan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Komitmen Sosial di Muara Enim
Perwakilan PT Pamapersada Nusantara Cluster SSBA, Dhimas Wahyu Putranto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, bukan sekadar bantuan pemasaran.
Menurutnya, keberhasilan produk UMKM menembus pasar modern menjadi indikator meningkatnya kualitas produk lokal yang mampu memenuhi standar industri ritel nasional.
"Ini merupakan langkah nyata agar UMKM lokal dapat naik kelas. Masuknya produk ke jaringan Hypermart bukan hanya membuka peluang peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk asal Muara Enim dan Lahat. Produk lokal kini memiliki kesempatan bersaing secara langsung dengan merek-merek nasional," ujar Dhimas.
Baca Juga:
PAMA, UGM, dan Otorita IKN Hijaukan Nusantara Lewat Penanaman Pohon di Eco-Edu Forest
Salah satu persyaratan utama dalam kerja sama tersebut adalah kepemilikan sertifikat halal. Seluruh produk yang difasilitasi telah memenuhi aspek legalitas dan keamanan pangan, termasuk sertifikasi halal, sehingga memenuhi standar yang diterapkan jaringan ritel modern.
Selain membuka akses pasar, PAMA juga menyiapkan program pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Pendampingan tersebut mencakup pemanfaatan **e-Katalog**, penguatan strategi pemasaran, pengelolaan administrasi usaha, hingga pelaporan penjualan agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan sistem distribusi modern yang menuntut konsistensi kualitas dan pasokan.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat tantangan utama UMKM tidak hanya terletak pada akses pasar, tetapi juga pada kemampuan memenuhi standar operasional ritel modern, mulai dari kualitas produk, desain kemasan, hingga manajemen stok.