SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Muara Enim menggelar sosialisasi sekaligus kejuaraan domino sebagai upaya memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi. Kegiatan tersebut digelar di lapangan depan Universitas Serasan, Senin malam (26/1/2026), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kelurahan Muara Enim.
Kejuaraan ini mendapat respons tinggi dari masyarakat. Antusiasme peserta melampaui target panitia, mencerminkan besarnya minat publik terhadap olahraga domino yang selama ini populer di berbagai kalangan.
Baca Juga:
Hattrick Emas! Rina Marlina Kembali Harumkan Indonesia di ASEAN Para Games
Acara dihadiri Lurah Muara Enim Rabita Alam, SE, Ketua ORADO Kabupaten Muara Enim Drs. Rachmat Noviar, Sekretaris Thamiri, SE, Wakil Ketua I Sukardi, jajaran pengurus ORADO, Babinkamtibmas Polres Muara Enim, Babinsa Kodim 0404 Muara Enim, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua Panitia Kejuaraan, Marwin, mengatakan jumlah peserta meningkat signifikan dari rencana awal.
“Awalnya panitia hanya membuka empat bagan. Karena pendaftar membludak, ditambah menjadi enam bagan. Setiap bagan diikuti 16 pasang pemain dari berbagai kecamatan di Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.
Untuk memastikan jalannya pertandingan sesuai aturan, seluruh laga dikawal wasit resmi ORADO Kabupaten Muara Enim guna menjaga sportivitas dan meminimalisir kesalahan teknis.
Baca Juga:
ORADO Muara Enim Resmi Terbentuk, Siap Majukan Olahraga Prestasi dan Cetak Atlet Domino Sumsel
Lurah Muara Enim Rabita Alam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi yang terbesar sepanjang peringatan HUT kelurahan.
“Kejuaraan ini membuat peringatan HUT Kelurahan Muara Enim ke-30 lebih meriah dan berkesan. Kami mengapresiasi dukungan ORADO,” kata Rabita.
Ia berharap momentum ini sejalan dengan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat serta terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Wakil Ketua I ORADO Muara Enim Sukardi menegaskan, kejuaraan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet domino daerah.
“Ini bukan sekadar hiburan. Peserta yang masuk 16 besar akan kami bina untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten, lalu berjenjang ke provinsi hingga nasional,” ujarnya.