SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Mengantisipasi potensi meningkatnya kebakaran di masa peralihan musim, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Muara Enim melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana operasional, Selasa, (31/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas tingginya angka kebakaran hunian yang terjadi sepanjang 2025, sekaligus memastikan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai situasi darurat, baik kebakaran maupun non-kebakaran.
Baca Juga:
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan 14 Rumah Semi Permanen di Jakut
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai perlengkapan utama, mulai dari mobil pemadam kebakaran, mesin pompa air, hingga alat pelindung diri (APD) yang digunakan saat bertugas. Selain itu, alat bantu pernapasan atau Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) serta peralatan vertical rescue juga menjadi fokus pengecekan.
Kepala Dinas Damkar Muara Enim, Arman Sari Jaya, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Rusmin Nuryadin, menyampaikan bahwa kesiapan peralatan dan personel menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Personel harus selalu siaga 24 jam dengan dukungan sarana yang siap fungsi dan dalam kondisi baik. Hal ini penting agar penanganan kejadian di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Baca Juga:
BPBD dan Satpol PP Tapteng Berhasil Padamkan Karhutla di Sitahuis
Berdasarkan hasil sidak, sebagian besar sarana dan prasarana dinyatakan dalam kondisi baik dan siap digunakan. Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu ditingkatkan guna menunjang kinerja di lapangan.
Beberapa kebutuhan tersebut di antaranya penambahan alat pelindung diri seperti baju tahan panas, alat SCBA, kendaraan operasional, hingga penambahan jumlah personel. Menurut Rusmin, peningkatan ini penting untuk mengoptimalkan pelayanan, terutama saat menghadapi kondisi darurat dengan tingkat risiko tinggi.
Ia juga menyoroti kondisi cuaca yang tidak menentu selama masa peralihan musim yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Faktor kelalaian manusia, seperti penggunaan instalasi listrik yang tidak aman atau aktivitas yang memicu api, turut menjadi perhatian.