SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - Anggota Komisi XI DPR RI, Wahyu Sanjaya, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Muara Enim dengan mendatangi Universitas Serasan (UNSAN), Rabu (25/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum dialog terbuka antara legislator pusat dengan pimpinan perguruan tinggi guna menyerap aspirasi terkait pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Wahyu hadir didampingi anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Selatan, Eva Susanti, Wakil Bupati Muara Enim Sumarni, serta Ketua DPC Partai Demokrat Muara Enim Ermanadi. Rombongan disambut Rektor UNSAN Tuty Emilia Agustina bersama jajaran pimpinan kampus.
Baca Juga:
Kunjungi Dapur MBG di Lawang Kidul, Anggota Komisi XI DPR Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal
Dalam pemaparannya, Tuty menjelaskan perjalanan UNSAN sebagai universitas pertama di Bumi Serasan Sekundang yang terus berkembang sejak berdiri, baik dari sisi infrastruktur maupun fasilitas akademik. Saat ini, UNSAN memiliki tiga fakultas utama, yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Sains dan Teknologi.
“Sejak awal berdiri hingga sekarang, UNSAN terus berbenah untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di Muara Enim. Kehadiran kampus ini membantu pemerintah daerah memperluas akses kuliah, terutama bagi pegawai dan para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan,” ujar Tuty.
Namun, ia mengakui perguruan tinggi swasta di daerah menghadapi tantangan yang semakin kompetitif, baik dalam hal penerimaan mahasiswa baru, peningkatan kualitas akademik, maupun dukungan pembiayaan pendidikan. Karena itu, pihaknya berharap adanya kebijakan afirmatif dari pemerintah pusat dan daerah, khususnya terkait penambahan kuota program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa di kampus swasta.
Baca Juga:
Pasar Ramadhan 1447 H Resmi Dibuka, Pemkab Muara Enim Hadirkan Kuliner Sehat dan Operasi Pasar Murah
“Kami berharap ada keberpihakan kebijakan, terutama dalam program beasiswa. Penambahan kuota KIP Kuliah sangat penting agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi di UNSAN,” kata Tuty.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih memberi perhatian terhadap keberlangsungan perguruan tinggi di Muara Enim. Menurut dia, eksistensi kampus lokal berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wahyu mengaku memiliki kedekatan historis dengan UNSAN. Ia bahkan pernah menyalurkan program beasiswa dari perbankan nasional untuk mahasiswa di kampus tersebut.
“Saya sudah lama mengenal kampus Serasan. Dulu pernah membawa program beasiswa dari Bank Mandiri untuk mahasiswa di sini. Artinya, UNSAN ini punya peran penting dalam peningkatan kualitas SDM di Muara Enim,” ujar Wahyu.
Sebagai anggota DPR, ia berkomitmen mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan civitas akademika UNSAN agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan komisi terkait di parlemen.
“Nanti aspirasi ini akan saya sampaikan kepada komisi yang membidangi agar bisa dibahas dan ditindaklanjuti. Prinsipnya, pendidikan tinggi di daerah harus mendapat perhatian serius karena menjadi kunci pembangunan,” kata dia.
Dialog tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif bersama para dekan, dosen, serta lembaga penjamin mutu dan penelitian kampus terkait peluang kolaborasi, penguatan riset, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan.
Kunjungan ini menegaskan peran fungsi representasi DPR dalam menjembatani kebutuhan masyarakat daerah, termasuk sektor pendidikan tinggi. Bagi UNSAN, pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)