SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Masa libur sekolah dimanfaatkan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Muara Enim untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Badan Gizi Nasional (BGN) agar seluruh dapur meningkatkan standar operasional sebelum kembali melayani siswa pada awal tahun ajaran baru.
Pembenahan dilakukan menyusul instruksi BGN Pusat melalui koordinasi wilayah yang meminta seluruh SPPG memaksimalkan masa jeda operasional sekolah untuk melaksanakan renovasi, evaluasi, serta penyempurnaan sarana dan prasarana sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Baca Juga:
Meutya Hafid: Konektivitas Digital Harus Berdampak Nyata di Sekolah dan Puskesmas
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, evaluasi juga difokuskan pada dapur yang sebelumnya berstatus suspend. Seluruh fasilitas dan sistem operasional diperiksa kembali untuk memastikan setiap dapur memenuhi aspek keamanan pangan, sanitasi, hingga kesiapan operasional sebelum kembali melayani penerima manfaat.
Salah satu dapur yang tengah menjalani pembenahan secara menyeluruh adalah SPPG Lecah Lubai Ulu. Renovasi dilakukan pada sejumlah bagian penting, mulai dari penyelesaian area loker relawan dan ruang istirahat, pemasangan pintu serta jendela ruang staf, pemasangan pintu kaca, hingga penataan ulang area pencucian ompreng agar alur kerja menjadi lebih higienis, efisien, dan sesuai standar sanitasi.
Tidak hanya itu, pengelola juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem general cleaning serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) guna memastikan kebersihan dapur tetap terjaga dan mendukung proses produksi makanan yang aman bagi para siswa.
Baca Juga:
Ujian Berujung Maut, Senapan Rakitan Meledak Tewaskan Siswa SMP di Riau
Sejalan dengan pembenahan infrastruktur, pengelola dapur turut meningkatkan kapasitas produksi melalui pengadaan berbagai peralatan modern. Beberapa peralatan yang mulai digunakan antara lain deep fryer untuk meningkatkan efisiensi proses memasak, alat pengupas telur otomatis yang mempercepat persiapan bahan makanan dalam jumlah besar, serta gas tilting fryer yang dinilai lebih aman dan memudahkan proses memasak maupun pembersihan peralatan.
Modernisasi peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dapur sekaligus menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat Program MBG.
Pembenahan serupa juga direncanakan diterapkan pada sejumlah dapur lain yang berada di bawah pengelolaan mitra, di antaranya SPPG Gelumbang Putak, SPPG Muara Enim Lubai Ulu Pagar Dewa, SPPG Gelumbang Sigam, serta SPPG Lubai Ulu Pagar Dewa 2.
Pihak pengelola menyatakan seluruh proses renovasi dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Koordinator Wilayah BGN Muara Enim, Ian Rahadil Putra, sekaligus instruksi BGN Pusat agar masa libur sekolah dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas layanan dapur MBG.
Menurut pengelola, pembenahan tidak hanya bertujuan memenuhi standar administrasi, tetapi juga membangun sistem operasional dapur yang lebih profesional, modern, aman, dan berkelanjutan. Dengan sistem yang semakin baik, proses produksi hingga distribusi makanan bergizi diharapkan berlangsung lebih efektif dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
Langkah tersebut juga mendapat respons positif dari relawan maupun masyarakat sekitar. Mereka menilai renovasi dan evaluasi yang dilakukan menunjukkan keseriusan pengelola dalam mendukung keberhasilan salah satu program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, kesiapan infrastruktur, standar kebersihan, serta kualitas operasional dapur menjadi faktor penting agar program dapat berjalan secara optimal.
(Redaktur: Hendrik Isnaini)